Liga Champions : Kalah Agregat Dan Gagal Singkirkan Liverpool, AS Roma Gigit Jari

Liga Champions : Kalah Agregat Dan Gagal Singkirkan Liverpool, AS Roma Gigit Jari

Beritaterkini.org – Berita Bola, Pelatih AS Roma Eusebio di Francesco tentunya harus puas dengan hasil pertandingan leg kedua dalam perebuatan tiket menuju semifinal liga Champions. Dirinya kala itu memberikan sanjungan atas semangat timnya setelah mereka berhasil mengalahkan Liverpool 4-2, pada Kamis dini hari tadi. Meskipun demikian Roma akhirnya harus terhempad dan tersisih lantaran kalah agregat dengan perolehan 6-7.

Sebelumnya pada leg pertama di perempatfinal yang lalu, Roma sukses menaklukan Barcelona dengan skor 3-0 di kandang ketika membalikkan keadaan 1-4 sewaktu dibungkan di kandang Barca, tetapi dua gol dari Radja Nainggolan pada menit-menit terakhir ketika melawan Liverpool dini hari tadi ternyata masih belum cukup memberikan hasil yang memadai dalam mengantarkan mereka mengulang sukses seperti ketika mencukur balik Barcelona.

“Tahun ini kami telah melakukan hal yang sungguh luar biasa. Saya awalnya agak marah dan saya akan terus. Apa lagi yang bisa kami lakukan,” ungkap Di Francesco kepada awak wartawan. “Liverpool tidak merampas apa-apa dari kami. Mereka juga telah bermain layaknya tim hebat. Tim yang menang merupakan yang menang dalam detail.”

Pertemuan antara kedua tim sendiri menjadi sebuah ajang semifinal Liga Champions paling produktif dengan menyusul kemenangan 5-2 Liverpool pada leg pertama.

“Semestinya harus ada lagi pertandingan semacam ini. Dan akan sangat mengesankan masuk stadion malam ini dan menyaksikan semua orang. Saya mohon maaf untuk malam ini saya tidak bisa memberikan keajaiban yang sebenarnya. Bahkan setelah babak pertama selesai, Saya juga sudah yakin kami bisa mengalahkan mereka di babak kedua,” ungkap dirinya seperti dikutip Reuters.

Roma kalah itu harus kebobolan lebih dulu pada menit-menit awal oleh gol Sadio Mane namun berhasil menyamakan kedudukan berkat adanya gol bunuh diri James Milner. Setelah itu kemudian Georginio Wijnaldum merestorasi keunggulan tim Liga Premier itu namun akan tetapi Roma yang membutuhkan empat gol lagi untuk menyamakan kedudukan dalam agregat, akhirnya tidak tinggal diam dan mencoba bangkit melawan pada babak kedua lewat satu gol Edin Dzeko dan kemudian dua gol Nainggolan.

Walaupun demikian apa yang telah dilakukan tidak cukup mengantarkan Roma ke final pertama mereka di Piala Eropa sejak tahun 1984 ketika mereka dulunya menjamu Liverpool di stadionnya sendiri.

“Saya senang sekali pada perkembangan mentalitas para tim,” ungkap Di Francesco mengakhiri.






asdasda