Tersangka Pembuat Video Porno Bocah dan Wanita Dewasa Tertangkap Polisi

Tersangka Pembuat Video Porno Bocah dan Wanita Dewasa Tertangkap Polisi

Beritaterkini.org – Berita Terkini, Saat ini tersangka Faisal Akbar harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah dirinya berhasil diciduk oleh pihak kepolisian akibat menjadi pembuat dari video porno bocah lelaki dengan wanita dewasa. Selain itu dirinya juga mengaku telah berulang kali pergi ke Bali setelah usai membuat satu video porno.

“Kepada pihak kami, Faisal telah mengakui bahwa dirinya pergi ke Bali setelah selesai menggarap satu video porno,” ungkap Dir Reskrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana, di Mapolda Jabar, pada Senin (08/01/2018).

Pengalaman langsung daru Kombes Umar Surya Fana ketika menangani kasus yang serupa saat di Bareskrim Mabes Polri mengungkapkan bila Bali menjadi tempat transaksi peredaran dari namanya video porno.

“Jadi tepatnya tahun 2014, kami dari Bareskrim juga pernah mengungkapkan kasus yang sama seperti ini. Pada daerah Bali itu ada komunitas penikmat, penyedia, dan juga penjual. Dan tentunya perlu diketahui, bahwa antara komunitas ini tidak saling adanya hubungan, mereka umumnya menjual sendiri,” papar Kombes Umar Surya Fana.

Dan dari pengalaman pengungkapan penjualan video porno beberapa tahun yang lalu di lintas Bali, Umar menjelaskan mengenai adanya penikmat video tersebut merupakan warga asing yang tengah melakukan liburan mereka di Bali.

Kemudian Umar sendiri juga menyampaikan bila Faisal mengakui bahwsa pemesan video porno tersebut berasal dari Rusia, Belanda, dan juga Kanada, namun hal ini masih akan terus didalami oleh pihaknya.

Selain itu dari pihak sutradara dan juga sekaligus videografer video porno tersebut mengaku telah melakukan transaksi pembayaran dengan menggunakan ‘Bitcoin’, namun dari penuturan pihak kepolisian meragukan atas pengakuan tersebut.

ketika memeriksa Faisal, polisi sempat bertanya tentang adanya Bitcoin, seperti mengenai e-wallet, dan menurut Kombes Umar Surya Fana, Faisal malah terlihat bingung dan tidak mengetahui tentang yang namanya Bitcoin.

“Sekarang ini kami sudah memiliki bahan untuk pengungkapan. Dan kami akan mendalami cara dalam berkomunikasi tersangka dan juga pemesan, cara pembayaran, dan juga cara penjualan,” beber Umar.

Hingga saat ini, dari pihak kepolisian sudah ada menyita buku rekening dari dua bank yang berbeda. Tujuannya yaitu mengetahui mengenai siapa pemilik dari rekening tersebut.

Pihak jajaran dari Polda Jabar telah menetapkan adanya tujuh tersangka yang ada pada kasus tersebut. Namun untuk ketujuh tersangka tersebut, salah satu orang yang diketahui untuk saat ini adalah bernama Ismi yang masih dalam pengejaran dari pihak kepolisian.






asdasda