Mengulik Keanehan Tradisi Memberikan Mayat Kepada Burung Pemakan Bangkai di Tibet

Mengulik Keanehan Tradisi Memberikan Mayat Kepada Burung Pemakan Bangkai di Tibet

Berita Travel – Berita Travel, Mungkin hal ini akan menjadi terdengar tidak lazim mengenai tradisi pemakaman yang memberikan mayat seseorang kepada burung pemakan bangkai. Dan hal ini benar dapat anda temukan di negara Tibet.

Adapun pemakaman semacam ini disebut dengan pemakaman langit yang merupakan sebuah tradisi yang hingga saat ini masih dijalankan di Tibet. Untuk tubuh jenazah nantinya akan dipotong-potong dan dijadikan santapan oleh para burung pemakan bangkai.

Berdasarkan informasi dari surat kabar the Daily Mail sebelumnya telah diinformasikan, Kamis (30/11/2017) bila pemakaman langit ini yaitu merupakan praktik dari penguburan yang dilakukan di Provinsi Qinghai, tepatnya di Wilayah Tibet, dan di Mongolia Dalam, serta Mongolia.

Bagi sebagian besar masyarakat yang ada di Tibet dan juga Mongolia merupakan salah satu penganut ajaran Buddha Vajrayana, yang mengajarkan adanya perpindahan roh ataupun reinkarnasi.

Hal ini mengungkapkan mereka tidak melihat tubuh manusia yang telah meninggal adalah suatu kemelekatan dan juga hal kebutuhan yang perlu untuk dipertahankan, layaknya sebuah bejana kosong, sehingga mereka akan menghilangkannya melalui pemakaman yang mereka sebut sebagai pemakaman langit.

BIla mengulas lebih dalam sebelum beberapa hari dalam melakukan upacara pemakaman para rahib, yang dikenal sebagai lama nantinya akan melantunkan mantra di sekitar jenazah dan membakarkan kemenyan. Setelah itu tubuh jenazah kemudian akan dilakukan pemotongan oleh para biksu, atau lebih umumnya para Rogyapas (pemecah tubuh).

Para pemecah tubuh ini akan melakukan tugas yang ada dan untuk proses ini akan membuat kemudahan bagi para jiwa yang telah meninggal tersebut.

Berdasarkan beberapa cerita yang beredar dijelaskan juga bila bagian tubuh yang nantinya tersisa akan ditaruh pada sebuah Menara Keheningan selama satu tahun lamanya, dengan dilakukannya pembagian terhadap para mayat pria dan wanita yang mana akan ditempatkan pada bagian yang berbeda.

Dan sewaktu nantinya hanya akan tinggal tulang yang tersisa, maka tulang-tulang tersebut juga tidak akan dilewatkan yaitu dengan dipecah-pecahkan dengan palu dan kemudian ditumbuk sampai halus, yang nantinya akan dijadikan makanan bagi para burung yang lebih kecil, seperti gagak dan juga elang.

Adapun fungsi dari pemakaman langit tersebut diyakini adalah untuk membuang sisa tubuh manusia melalui kebaikan yakni dengan cara memberikan daging dari manusia yang telah meninggal kepada para burung pemakan bangkai. Hal ini lantaran nantinyaakan dapat menyelamatkan kehidupan dari binatang-binatang kecil yang kemungkinan bisa saja dijadikan santapan bagi burung pemakan bangkai yang ada.






asdasda