Main Menu

Fahri ” Menteri Dan Kabinet Jokowi Harusnya Mundur “

Fahri " Menteri Dan Kabinet Jokowi Harusnya Mundur "

Beritaterkini.org – Berita Terkini, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memiliki pendapat kalau menteri-menteri Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla semestinya mundur dari jabatannya semasing.

Pendapat itu di sampaikan Fahri menanggapi jatuhnya korban jiwa pemudik Lebaran 2016 waktu kemacetan kronis.

” Pemerintahan Jokowi-JK harusnya tahun. ini menterinya mundur semua. Saya katakan dengan cara keras lantaran ini permasalahan nyawa warga negara, ” tutur Fahri lewat siaran pers.

Ada banyak hal dari kemampuan pemerintah masalah mudik sebagai sorotan Fahri. Umpamanya, menangani kemacetan.

Menurutnya, kemacetan waktu arus mudik senantiasa berulang tiap-tiap tahun.. Walau sebenarnya, ia meyakini ada langkah antisipasinya.

” Bila kita lakukan hal yang sama tiap-tiap tahunnya, namun menginginkan hasil yang beda, ini kegilaan pemerintah. Seperti tidak paham jalan keluar, ” tutur politisi yang dipecat PKS itu.

Menurut Fahri, tehnologi semestinya dimanfatkan. Ia meyakini perkembangan tehnologi dapat jadi jalan keluar menangani kemacetan yang selalu berulang tiap-tiap tahun.

” Ada (aplikasi) ‘waze’ yang setiap waktu dapat lihat kemacetan. Pemerintah dapat mencari dengan tehnologi serta mengkalkulasi semua yang ada hingga tak berkumpul di satu titik ketika yang sama, ” tutur dia.

Diluar itu, pemerintah semestinya memiliki tehnologi untuk mencari kendaraan sepanjang lima tahun. ke depan supaya bisa memperkirakan jumlah pemudik yang memakai mobil atau motor pribadi.

Begitu, pemerintah bisa mengaplikasikan kebijakan jalan raya yang pas untuk hindari kemacetan.

” Jadi berapakah mobil yang bakal pulang satu tahun hingga lima tahun. ke depan dapat dilacak. Pemerintah jadi dapat mengkalkulasi jumlah kendaraan serta jumlah ruangan jalan. Hingga ada jalan keluar, ” tutur Fahri.

Sejumlah 17 pemudik wafat dunia sepanjang arus mudik Lebaran, mulai sejak 29 Juni sampai 5 Juli ini di lokasi Kabubaten Brebes, Jawa Tengah.

Beberapa dari korban itu wafat waktu kemacetan kronis.

Kepala Pusat Krisis Kemenkes RI Achmad Yurianto lewat info tertulisnya menerangkan kalau ada beberapa aspek yang mengakibatkan beberapa korban wafat dunia.

” Kelelahan serta kekurangan cairan bisa beresiko fatal, terlebih untuk grup rawan seperti anak-anak, orang-tua serta mereka yang mempunyai penyakit kritis (hipertensi, diabetes atau jantung, ” tutur Yurianto.

” Ditambah keadaan kabin kendaraan yang kecil, tertutup serta penggunaan AC yang terus-terusan. Hal semacam ini bakal turunkan kandungan oksigen serta tingkatkan CO2, ” lebih dia.

Bantu Share Nya Berita Terkini.






Comments are Closed