Main Menu

Golkar Ingatkan Soal SARA Tidak Mesti Diungkit di Pilkada DKI

Golkar Ingatkan Soal SARA Tidak Mesti Diungkit di Pilkada DKI

Beritaterkini.orgBerita Terkini, Jakarta – Ketua DPP Partai Golkar, Zainuddin Amali, mengingatkan supaya soal Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) tidak kembali diungkit menjelang Pilkada DKI 2017. Pemberitahuan ini sekaligus menanggapi perihal ucapan Anggota Fraksi PKS, Almuzammil Yusuf, yang menyinggung soal SARA dan dugaan pelecehan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Ya mestinya enggak usah, kita ini kan udah punya pancasila, wawasan kebangsaan. Sebaiknya hal-hal yang menyebabkan keresehan masyarakat dihindari, jangalah singgung berbau soal SARA,”ucap Amali.

Anggota Komisi I DPR ini mencemaskan apabila soal SARA kembali diungkit maka bakal kembali muncul kegaduhan di tengah masyarakat. Karena, dia menilai saat ini, keadaan telah kembali redah.

“Jangan apa yang udah mulai surut kemudian kita picu lagi, ini bisa enggak selesai-selesai,”ucapnya.

Seperti yang diketahui, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar sidang paripurna membahas Perjanjian Paris atas Konvensi Kerangka Kerja PBB soal perubahan iklim kemarin. Sebelum rapat dimulai, ruang paripurna mendadak heboh dengan suara takbir.

Kejadian itu bermula saat Wakil Ketua Komisi II Fraksi PKS Al Muzammil Yusuf memberikan interupsi. Interupsi Muzammil berkaitan dengan polemik pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengutip surat Al Maidah demi pencalonannya di Pilgub DKI 2017.

Muzzamil mengingatkan kepada semua anggota dewan mengenai pentingnya toleransi antar umar beragama. Dia menyebut umat Islam merasa tersinggung dengan perkataan Ahok itu.

“Saya cuma mau menyampaikan satu hal yang menjadi hak saya sebagai dewan. Saya mau menyampaikan mengenai suara seseorang tentang makna toleransi,”ucap Muzammil.

Selain itu, politisi PKS ini juga mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri untuk menghormati hukum yang berlaku di Indonesia. Sehingga, dia menegaskan supaya proses hukum dugaan pelecehan agama yang dilakukan oleh Ahok tetap dilanjutkan.

“Saya ingatkan kepada Presiden, Kapolri, negara kita ini negara hukum, hormati hukum. Pernyatan kami kalau ada anggota mari didukung, kita cuma tuntut jalur hukum. Sehingga tidak perlu ditakutkan seperti apa yang dikatakan Hendropriyono, enggak perlu. Karena kita tidak mau onar. Kita cuma menjalankan Pancasila. Saya ajak takbir. Allahuakbar..Allahuakbar..Allahuakbar walillahilhham,”tegasnya.

Bantu Share Nya Berita Terkini.






Comments are Closed