Main Menu

Ini Dia Si Gale-Gale Roh Yang Dulunya Menari Di Atas Pulau Samosir

Ini Dia Si Gale-Gale Roh Yang Dulunya Menari Di Atas Pulau Samosir

Berita Lifestyle – Berita Lifestyle,Satu diantara atraksi wisata di Pulau Samosir, Sumatera Utara yaitu tarian patung Si Gale-gale. Konon ceritanya, di jaman dahulu patung ini menari lantaran dimasuki roh.

Demikian kaki mencapai Pulau Samosir yang ada di dalam Danau Toba ini minggu lantas, saya telah tak sabar untuk melihat pertunjukan Si Gale-gale. Telah banyak rekan-rekan dari tanah Batak yang katakan, harus nonton Si Gale-gale bila ke Pulau Samosir.

Tidak jauh dari Pelabuhan Wisata Tomok, pintu masuk Pulau Samosir, saya berbarengan rombongan wartawan dalam sela-sela ‘Rakor Tindak Lanjut Tubuh Otorita Pengelolaan Lokasi Pariwisata Danau Toba’ diarahkan belok ke kanan. Telah ada satu patung Si Gale-gale berwarna hitam.

Dengan menggunakan bhs Batak, patung itu menggerakan tangannya seperti orang yang tengah menari!

Namun tunggulah, nyatanya ada satu orang di belakang patung Si Gale-gale ini. Dialah yang menggerakan tangan, bahu serta tubuh dari si patungnya dengan memakai tali. Surung Sidabutar namanya.

” Gale-gale itu berarti lemah gemulai. Pertunjukan ini cuma ada di Samosir, ” tuturnya.

Surung juga menceritakan masalah histori serta segalanya tentang Si Gale-gale. Di jaman dahulu di Samosir, saat ada orang yang wafat, jadi sang keluarga bakal memanggil pemahat patung. Mereka menyuruh bikin patung yang rupa serta fisiknya serupa anggota keluarganya yang wafat itu.

” Si roh orang yang wafat itu bakal di panggil dengan mantera. Lalu, masuklah roh ke dalamnya serta mulai manortor (menari tor-tor yang dihidangkan dengan musik Gondang-red). Kelak, semuanya anggota keluarga bakal menari berbarengan, ” tutur Surung.

Pertama kalinya yang mempunyai Si gale-gale yaitu seseorang raja setempat. Surung meneruskan, sang raja miliki anak yang bernama Manggalae serta satu hari berperang kedalam rimba. Tetapi sayang, anak itu tak ikut kembali dalam periode waktu lama.

Sang raja juga lalu bikin satu patung yang di buat sedemikian rupa supaya serupa seperti Manggalae. Lalu, dimasukanlah roh anak itu kedalam patungnya serta mulai menari-nari.

” Dasarnya sih begini, Si Gale-gale dipakai untuk kembali kenang seorang yang telah wafat. Sebab jaman dahulu belum ada photo serta kamera, hingga bila rindu itu tak dapat memandangnya. Jadi dibuatlah Si Gale-gale, ” jelas Surung.

Saat agama Kristen serta Islam masuk ke Sumatera Utara, ke Samosir tepatnya, kebiasaan Si Gale-gale juga mulai dilarang. Sebab, dikira sebagai satu keyakinan pada hal gaib serta bisa mengakibatkan kerusakan iman.

Namun bukanlah bermakna Si Gale-gale di hilangkan demikian saja. Si Gale-gale tetaplah ada, namun bukanlah lagi roh yang menari tetapi ditukar dengan tali kendali seperti saat ini. Walaupun terkadang tuturnya, masihlah ada pula yang dimasuki roh!

Waktu Si Gale-gale menari, wisatawan juga diizinkan untuk menari berbarengan dengan menggenakan kain ulos. Cost untuk menontonnya juga tidak mahal-mahal sangat, hanya Rp 80 ribu. Tetapi bila ingin satu set komplit dengan pertunjukan musik, tak menggunakan kaset serta ditemani penari tor-tor yang menggunakan pakaian kebiasaan, dapat lebih mahal biayanya.

Bantu Share Nya Berita Lifestyle






Comments are Closed