Main Menu

Tolak Dukung Ahok, Lulung Akan Diberi Sanksi PPP Pihak Djan Faridz

Tolak Dukung Ahok, Lulung Akan Diberi Sanksi PPP Pihak Djan Faridz

Beritaterkini.orgBerita Terkini, Jakarta – Partai Persatuan Pembangunan pihak Djan Faridz memastikan bakal memberikan sanksi bagi kadernya, Abraham Lunggana alias Haji Lulung yang tidak menjalankan keputusan partai.

Sanksi akan diberikan lantaran Lulung tidak mau mendukung pasangan incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 nanti.

Tetapi, Sekretaris PPP pihak Faridz, Dimyati Natakusuma, belum mau berandai-andai mengenai kemungkinan sanksi yang bakal diberikan.

“Ya, nanti kita lihat kemungkinan sanksi apa yang akan diberikan,”ucap Dimyati.

Dimyati mengatakan, saat ini pihaknya masih berkomunikasi dengan Ahok dan Djarot untuk membuat kontrak politik mengenai dukungan yang diberikan.

Kontrak politik dibuat lantaran PPP pihak Djan Faridz tidak dapat ikut mengusung Ahok dan Djarot saat pendaftaran ke KPUD Jakarta.

Karena, PPP Faridz tidak mempunyai Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM sebagai syarat mengusung pasnagan calon di Pilkada.

Saat ini Surat Keputusan Menkumham dipegang oleh PPP pihak Romahurmuziy (Romi) yang mendukung pasangan calon Agus Harimurti dan Sylviana Murni.

Setelah kontrak politik selesai dibuat, sambumg Dimyati, maka PPP bakal membuat surat edaran kepada seluruh kader kalau partai berlambang Ka’bah itu memutuskan untuk mendukung Ahok dan Djarot.

“Usai kita buat kontrak politik baru melakukan langkah strategis, kalau semua kader mesti mengikuti arah kebijakan yang diambil,”ucap Dimyati.

Lulung sebelumnya mengklaim siap menerima sanksi atas sikapnya yang menentang keputusan dari PPP pihak Djan Faridz untuk mendukung pasangan Ahok dan Djarot. Dia selam ini mengaku berada di PPP pihak Faridz.

“Ya harus terima, namanya juga dikasi sanksi. Tapi menurut dia salah atau tidak kalau saya mempertahankan suara saya di PPP DKI,”ucap Lulung.

Walau demikian, dia tidak mengetahui sanksi apa yang akan diterima dari keputusannya itu. Biasanya, sambung dia, keputusan diputuskan dalam rapat pleno.

Bantu Share Nya Berita Terkini.






Comments are Closed